Hoax Profesor Doktor Taruna Ikrar Mengatakan Ahok Dan Pendukungnya Mempunyai Masalah Di Otaknya



Kali ini Anti Berita Hoax akan membahas tentang Hoax Profesor Doktor Taruna Ikrar Mengatakan Ahok Dan Pendukungnya Mempunyai Masalah Di Otaknya.


Hoax Profesor Doktor Taruna Ikrar Mengatakan Ahok Dan Pendukungnya Mempunyai Masalah Di Otaknya

________________________________________________________________

[ISU]

Disebutkan prof. Taruna ikrar, guru besar universitas california kasih statement kalau ahok Mengalami masalah di otaknya
Prof. Taruna Ikrar, guru besar Neurobiologi – Universitas California – Amerika Serikat, calon penerima nobel, setelah mengamati perilaku dan retorika Ahok selama menjabat Gubernur Jakarta, menyatakan, dari sudut pandang neurosains, Ahok termasuk pemimpin di Indonesia yang perlu diobservasi otaknya.
Demikian artikel yang dikutip dari “Neuropolitic dalam Pilkada DKI Jakarta” oleh Bang Sem.Menurut Taruna, tiga metode khas yang tepat digunakan untuk hal itu : Performance emotions – performa emosinya yang mengindikasikan ketidakstabilan kimia otak di dalam tubuhnya; Unstable less empathy – ketiadaan empati terhadap persoalan sosial yang potensial menjadikannya seorang yang tidak mampu berlaku adil dalam makna sesungguhnya, akibat hambatan sublimic otak; dan, Wild decision – proses pengambikan keputusan yang tidak menyertai pertimbangan-pertimbangan matang, terutama fungsi insaniahnya.
“Dari ketiga hal tersebut, Ahok termasuk seseorang yang ketika memperoleh otoritas besar akan sangat berbahaya, karena secara sadar bisa melakukan sesuatu yang tak lazim untuk kepentingan menunjukkan dirinya serba positif dan orang lain serba negatif,” ungkap Taruna.
Lanjut Taruna, termasuk mengekspresikan emosi dengan kata-kata kotor.  Ada yang salah dalam sistem interaksi logical kognitif dan emosinya. Hal ini menunjukkan, Ahok mengalami disorder personality.
Kata Taruna dalam artikel itu menyebutkan, dengan kondisi demikian, Ahok selalu cenderung memutar balik realitas. Misalnya, mengesankan seolah-olah dirinya korban rasisme, padahal dia sendiri yang rasis dan secara sadar mengembangkan rasialisme. Dengan cara ini dia dapat menjadi pemicu terjadinya friksi dan konflik sosial. “Dengan kondisi kepribadian yang disebabkan ada persoalan di otaknya, Ahok mudah menuding orang dan kelompok lain sebagai fundamentalis untuk menutupi fundamentalisme paradoksal yang melekat pada dirinya,” paparnya. Kata Taruna, gangguan neurobiologis Ahok juga memicu dirinya yang sangat mudah mengklaim kejujuran, padahal belum terbukti dia jujur, seperti dia mengklaim seolah-olah dirinya tidak korupsi, tetapi memberi peluang bagi lingkungan sosial terdekatnya untuk melakukan tindakan koruptif. “Dalam situasi demikian, dia mendorong atau menciptakan situasi agar dirinya selalu menjadi pusat perhatian dalam polemik dan perdebatan sosial, dari berbagai sudut pandang,” ungkapnya.

SUMBER ISU: http://suaranasional.com/2016/07/30/dokter-asal-amerika-ini-nilai-ahok-dan-pendukungnya-alami-masalah-di-otak/ .

________________________________________________________________

[KLARIFIKASI]
prof. Taruna ikrar tidak pernah mengeluarkan statement tersebut

Maraknya pemberitaan di beberapa media online tanah air, terkait dengan hasil penelitian yang menerangkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama  atau Ahok, yang merupakan Gubernur DKI Jakarta saat ini, memiliki tujuh faktor negatif, menyeret nama Profesor yang kini dipercaya oleh dunia luar sebagai Kepala Riset Otak di University California.

Dalam pemberitaan tersebut menyebutkan Prof Dr Taruna Ikrar sebagai Kepala Riset Otak di University of California, melalui tulisan yang ditulis oleh seorang yang bernama Sem Haisy,  menyebutkan bahwa hasil penelitian Prof Dr Taruna Ikrar, menyatakan ada tujuh faktor negatif yang melekat pada sikap dan retorika Ahok dalam memimpin Jakarta.

Dalam pemberitaan yang dihimpun oleh wartakesehatan dari beberapa media online Profesor yang pernah dicalonkan sebagai penerima nobel ini menyatakan, dari sudut pandang neurosains, Ahok termasuk pemimpin di Indonesia yang perlu diobservasi otaknya. Dimana Prof Taruna menggunakan tiga metode, untuk mengukur hal tersebut, yakni performance emotions, Unstable less empathy, dan Wild decision.

Terkait sejumlah situs online yang menyertakan namanya, Prof Taruna, menyatakan bahwa keterangan terkait dengan Ahok memiliki tujuh faktor negatif tidak benar adanya.

Berikut bantahan Prof Dr Taruna Ikrar Kepala Riset Otak di University of California, melalui pesan elektronik yang diterima redaksi wartakesehatan.com, senin (1/8/16).

“Terkait sejumlah situs online yang menyertakan nama saya dalam berita/artikelnya terkait sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan pendukungnya mengalami masalah otak, bersama ini saya menyampaikan klarifikasi bahwa saya tidak pernah menyatakan/menulis hal seperti itu.” 

“Tulisan/Berita tersebut telah menyampaikan informasi yang  tidak benar dan berpotensi untuk menyesatkan opini publik serta mengandung fitnah (Rasisme and Diskriminatif) yang mencemarkan nama baik saya.”

“Saya berharap agar masyarakat tidak terpancing dan bijak menanggapi serta menyikapi setiap informasi yang disampaikan lewat sumber berita online atau media sosial.”

Sebagai klarifikasi, bahwa tulisan  tersebut, “BUKAN  PERNYATAAN SAYA”

Terimakasih atas perhatiannya                                                 
Wassalam,
Prof Dr Taruna Ikrar

SUMBER KLARIFIKASI: http://wartakesehatan.com/mobile/64315/prof-dr-taruna-ikrar-bantah-pernyataan-ahok-perlu-observasi-otak

________________________________________________________________

[KESIMPULAN]
HOAX

Demikian pembahasan tentang Hoax Profesor Doktor Taruna Ikrar Mengatakan Ahok Dan Pendukungnya Mempunyai Masalah Di Otaknya. Semoga dapat mengedukasi pembaca sekalian atas hal ini.



Share ke temen kamu yang masih kemakan hal ini!


Salam,

Anti Berita Hoax



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hoax Profesor Doktor Taruna Ikrar Mengatakan Ahok Dan Pendukungnya Mempunyai Masalah Di Otaknya"

Post a Comment